Home Contacts
7 Mar

Dasar Genetika Kelinci.

Ini sebenanya hanya sekedar menceritakan kembali secara bebas isi dari bab 13 buku RABBIT PRODUCTION, McNitt, Patton, Lukefahr and Cheeke edisi ke-7, tahun 1996 karena edisi terbaru (ke-8, 2000) sampai hari ini masih belum terbeli.

Para peternak kelinci yang sudah mampu memproduksi kelinci-kelinci bagus, ntah itu untuk keperluan pedaging komersial atau hias biasanya punya dasar pengertian tentang dasar-dasar genetika. Tapi, ini bukan berarti mereka yang tidak tahu tentang dasar-dasar genetika tidak bisa memproduksi kelinci-kelinci bagus. Ada banyak faktor, Lillahi Ta'ala, dan juga faktor X (-eberuntungan).

Dongeng pengantar tidur tentang genetika bukanlah sebuah cerita yang menarik, apalagi bila diceritakan menjelang waktu tidur, beristirahat malam. Tapi, hal ini penting untuk disampaikan, terutama bagi para peternak atau mereka yang ingin mengembangbiakkan kelinci. Untuk apa? Ya, apalagi kalau ujung-ujungnya efektivitas dalam meningkatkan kualitas ternak (ya, walau ini tidak 100% karena ada faktor lingkungan dan nutrisi juga).

Pengalaman mengembangbiakkan kelinci; antara lain adalah perencanaan mengawinkan, produksi yang tepat dan pencatatan/recording pedigree, seleksi dan kegiatan mengeliminasi (^-^) yang tidak masuk dalam seleksi; merupakan salah satu aplikasi dari pengetahuan dan pemahaman atas ilmu genetika.

GENE - unit dasar pada keturunan

Nukleus merupakan organelle yang ditemukan pada sebagian besar sel tubuh, seperti pada tulang, otot dan kulit. Didalam nukleus ada kromosom, yang merupakan unit terbesar pada keturunan. Ada 44 kromosom dalam sel kelinci, 22 diturunkan oleh induk kelinci jantan, dan 22 lainnya diturunkan oleh induk kelinci betina. Gene ada didalam kromosom. Gene merupakan unit dasar pada keturunan. Sebuah gene dibentuk oleh kumpulan DNA (deoxyribonucleic acid). Sebagaimana kromosom, gen juga diturunkan berpasangan.

Dalam satu kromosom bisa membawa ratusan bahkan ribuan gene. Sebagai unit dasar dari keturunan, gen menyimpan informasi (blueprint) dan perlu untuk memproduksi protein tertentu. Protein adalah pembentuk enzym, bulu, hormon, masa otot, jaringan kulit yang gunanya untuk membentuk dan menjaga kondisi tubuh supaya tetap sehat. Gen berisi tentang informasi yang meng'kode'kan asam amino tertentu. Asam amino adalah balok-balok penyusun protein. Contohnya, gen yang ada dalam kromosom tertentu akan mengkodekan sintesis protein melanin, yang hasilnya bulu yang berwarna.

Sebuah gen bisa memiliki dua atau lebih versi, yang disebut sebagai alleles. Contohnya, tiga alelles yang dikenal untuk locus A yang mempengaruhi warna bulu pada kelinci. Kode allele A untuk warna bulu agouti (warna kelinci liar), a untuk bulu non-agouti hitam (self) dan allele a(t) kode untuk warna tan.

Gen-gen baru muncul karena adanya mutasi, yaitu perubahan yang terjadi tiba-tiba. Mutasi gen adalah sesuatu yang jarang terjadi, karena terjadinya mutasi 1 kali per 100.000 hingga 1.000.000 gamates per locus per generasi dalam sebuah populasi. Kebanyakan mutasi hilang dalan beberapa generasi. Mutasi metabolisme, fisik atau syaraf menjadi berbahaya karena merupakan akibat dari hilangnya fungsi enzim tertentu. Sedangkan mutasi yang diinginkan justru dipicu dalam satu populasi. Bentuk mutasi, ntah itu diinginkan atau tidak, merupakan satu kondisi pertahanan hidup suatu spesies "survival of the species". Salah satu bentuk mutasi adalah albinisme. Tapi harga kelinci putih sekarang cukup baik, karena warna bulu putih tidak begitu kentara pada karkas. Ketika ada satu ciri baru muncul dalam suatu kelompok ternak, bukan karena bentuk suatu mutasi baru akan tetapi sebagai hasil dari penampakan suatu gen yang jarang muncul dalam garis keturunannya.

Ada dua bentuk pembagian sel, mitosis dan meiosis. Mitosis adalah bentuk pembagian yang melibatkan sel tubuh. Pada mitosis sel dibagi, menjadi dua sel anak yang identik dengan genetika pembentuk sel induk. Hal ini yang terjadi pada kelinci. Meiosis adalah bentuk pembagian sel yang membentuk sel kelamin (sperma dan ova). Selama terjadinya meiosis terjadi pemisahan antara kromosom yang berpasangan (disebut sebagai segregasi), membentuk sel kelamin tertentu. Sebagai akibatnya hanya satu kromosom dari tiap pasangan kromosom yang ditemukan dalam sel kelamin atau gamete, yaitu 22 kromosom. Proses ini terjadi di testes dan ovari dimana gametes dibentuk.