Home Contacts
4 Mar

Tanaman Arbai/Murbai/Mulberry sebagai pakan alternatif untuk kelinci

Lagi pengen bahas sedikit tentang pohon arbai, pohon yang biasanya tumbuh liar dan jarang diperhatikan orang. Saya pertama kali aware dengan pohon ini ya karena pelihara kelinci. Kala itu saya bingung cari hijauan alternatif untuk kelinci, karena dengan segala kondisi tempat tinggal saya tidak mungkin menanam rumput beratus-ratus meter persegi untuk memenuhi kebutuhan kelinci saya. Tanaman alfalfa yang pernah saya jadikan pilot project juga saya tinggalkan begitu saja karena lahan yang saya gunakan terlalu jauh lokasinya dari tempat tinggal saya.

Waktu itu saya sedang kembali ke kota tempat saya bersekolah formal. Ada sebatang pohon yang tumbuh liar dan berada di pinggir sebuah tanah kosong. Saya bertanya pada orang disekitar sana, pohon siapakah itu. Apakah saya bisa minta satu dua ruas batang untuk saya stek, saya tanam kembali. Ternyata, pohon itu pohon liar yang tumbuh di lahan orang. Akhirnya, saya meminta pada tetangga terdekat untuk bisa mengambil dan membawanya ke Bekasi. Pohon arbai tersebut, Alhamdulillah, tumbuh baik sampai sekarang.

Ketika daunnya sudah mulai tumbuh rimbun, saya mulai memotong beberapa ranting kecilnya. Pertama kali saya coba memberikan dalam kondisi segar, segera setelah petik pada kelinci saya. Kelinci-kelinci tersebut tidak menolak. Mungkin bosan juga dengan pellet sepanjang hari, sepanjang bulan dan sepanjang tahun. Akhirnya saya mencari informasi lebih lanjut tentang tanaman ini dan ternyata memang bisa digunakan sebagai hijauan. Saya menggunakannya sebagai selingan, terutama jika ada matahari bersinar terik. Karena, sebelumnya saya bisa keringkan dulu daun-daun tersebut dan disimpan untuk beberapa hari.Kandungan nutrisinya juga bagus, tidak kalah dengan tanaman lain yang biasa diberikan kepada kelinci. Ini salah satu link yang berisi tentang penggunaan tanaman arbai untuk kelinci http://www.iaea.org/nafa/d3/public/mulberry-fullpaper.pdf Monggo linknya dibaca sendiri, karena keterangannya cukup detil.

Sebenarnya ada banyak alternatif lokal yang bisa kita berikan pada kelinci. Tapi, ya karena saya masih bergantung juga pada pellet, saya juga masih bergantung pada kedelai dan jagung impor :(.